Sebenarnya beberapa mekanik menjelaskan bahwa cairan radiator ini tidak berpengaruh banyak dan lebih penting untuk menjaga sistem pendingin berfungsi dengan baik. Di negeri 4 musim, pemilihan cairan radiator ini lebih penting dibanding di negeri tropis, mengingat air biasa akan membeku pada 0ºC sehingga sistem pendingin akan terhenti dan yang lebih parahnya air yang membeku akan mengembang dan dapat merusak sistem pendingin. Namun demikian, penggunaan coolant yang bagus di daerah tropis juga akan meningkatkan titik didihnya, sehingga cairan pendingin ini tidak mudah menguap serta mencegah korosi pada sistem pendingin.
Beberapa jenis radiator coolant antara lain:
- Inorganic Additive Technology (IAT), biasanya ditandai dengan warna hijau muda, digunakan oleh kendaraan lama dengan masa pemakaian 38.000 km atau 2 tahun. Mengandung phosphates dan silicates, IAT sudah tidak digunakan oleh kebanyakan produsen mobil mulai tahun 90an.
- Organic Acid Technology (OAT), biasanya ditandai dengan warna oranye, kuning, hijau tua, merah atau ungu, digunakan dengan masa pemakaian mencapai 84.000 km (bahkan 240.000 km) atau 5 tahun. Termasuk dalam kategori ini adalah teknologi Dex-Cool yang dikembangkan GM sejak 1995. Dex-Cool merupakan coolant yang bagus namun sebaiknya tidak dicampur dengan jenis lain yang dapat mengakibatkan sumbatan dalam sistem pendingin mobil.
- Hybrid Organic Acid Technology (HOAT), biasa ditandai dengan warna oranye dan kuning dapat digunakan dengan masa pemakaian mencapai 84.000 km atau 5 tahun juga.
Beberapa Radiator Coolant yang direkomendasikan rekan-rekan owner maupun mekanik antara lain:

TMO Radiator Coolant, direkomendasikan Toyota, memiliki formula anti karat dan mampu menaikkan titik didih serta menurunkan titik beku hingga -15ºC.

Mengandung DEX-COOL® dari pabrikan General Motors, Prestone Dex-Cool meningkatkan titik didih hingga lebih 129ºC dan tidak mengandung “Silicate & Phosphate” sehingga memperpanjang usia water pump.

Engine Ice menggunakan propylene glycol formula yang biodegradable, phosphate-free, dan non-toxic. Dengan titik didih lebih dari 123ºC dan titik beku -21.7ºC membuat mesin lebih dingin.
Penggunaan radiator coolant memang memiliki manfaat tambahan dibanding air biasa. Namun penggunaannya perlu dilakukan dengan berhati-hati dengan tidak mencampur jenis satu dan yang lainnya. Dalam keadaan darurat, lebih baik menambahkan distilled water (air suling atau aquadest) dibanding mencampur dengan coolant jenis berbeda. Disarankan agar pemilik mobil menguras dan membersihkan radiator mobilnya setiap 240.000 km atau 5 tahun sekali.