Benda ajaib ini, merupakan keunggulan dan kelemahan VW Touran.
Pada dasarnya VW Touran seperti juga banyak VW pada masanya, merupakan mobil dengan transmisi manual. Automasi perpindahan persneling dilakukan melalui alat yang disebut mechatronics ini. Apabila transmisi otomatis pada umumnya menggunakan 1 gearbox untuk perpindahan gigi, VW mengembangkan Direct Shift Gearbox (DSG), dimana perpindahan gigi dilakukan 2 gearbox terpisah yang masing-masing mengatur perpindahan gigi tertentu (biasanya gigi ganjil dan genap). Hasilnya perpindahan gigi dapat berlangsung cepat hingga 1/400 detik. Kombinasi mechanics dan electronics ini yang kemudian dikenal sebagai mechatronics.
Meskipun di negeri asalnya mechatronics ini jarang sekali membutuhkan perawatan, tapi di Indonesia yang beriklim panas berpadu dengan kemacetan dan usia kendaraan yang tanpa batas, mechatronics membutuhkan perhatian extra. Maklum harganya cukup mahal, barunya mencapai 40an juta, sedangkan barang refurbished bisa mencapai 18-22 juta.
Beberapa rekan dan mekanik mengingatkan owner VW Touran untuk melakukan berapa hal di bawah ini untuk memperlama usia mechatronics:
- Rutin mengganti oli di dalam mechatronics setidaknya tiap 60.000 km atau 3 tahun.
- Menggunakan ketiga jenis transmisi (Manual, D dan S) secara berkala.
- Gunakan manual saat macet sehingga mechatronic tidak bekerja extra menaikkan/menurunkan gigi berkali-kali.
Di luar perawatan dan penanganan mechatronics yang membutuhkan perhatian ekstra, sistem transmisi DSG memang menakjubkan. Perpindahan gigi yang halus dan sangat cepat, membuat akselerasi kendaraan dapat dipacu tanpa kesulitan. Apalagi mesin VW Touran (menggunakan mechatronic dengan kode DQ200) di Indonesia yang kebanyakan memiliki dapur pacu 1.400cc dilengkapi supercharger dan turbo sehingga mampu menghasilkan tenaga sekitar 140HP. Jauh di atas tenaga yang dimiliki kendaraan sejenisnya.